Siapa yang tidak mengenal Martabak Lebaksiu
jenis kuliner yang praktis menjadi panganan dan oleh – oleh ini, umumnya para pedagang martabak menjajakan martabak dengan menggunakan gerobak jarang kita temui pedagang buka di tempat permanen.![]() |
| Tugu GBN Lebaksiu |
Dengan ciri khas dialek khas Tegal
pedagang martabak asli Lebaksiu menjadi perbedaan yang menarik dan menjadi bukti
konsistensi keberadaan mereka ditengah penuh sesaknya gempuran kuliner cepat
saji lainnya. Sejatinya mereka hampir kita bisa temui di setiap hamparan
trotoar baik diperkotaan yang ramai. Dari berbagai sumber dapat kita ketahui
pada umumnya Martabak mempunyai dua jenis yaitu :
- Martabak Telur/Asin
- Martabak Manis/Kacang/Bangka
Untuk Sejarah Martabak Telur/Asin sendiri merupakan
panganan yang diadopsi dari dari bahasa arab Murtabak atau Muttabaq ini
merupakan panganan khas negara Yaman yang memiliki arti dilipat. Maksud dari
penggunaan Kata ini menunjukkan bagaimana cara membuatnya yaitu dengan dilipat.
Banyak sumber yang menyebutkan
bagaimana masuknya martabak ke Indonesia.
![]() |
| Martabak Telur Asin |
Namun, cerita yang banyak di dengar adalah
pada awalnya terjadi perkenalan pemuda keturunan Arab asal desa Lebaksiu, kota Tegal,
Jawa Tengah yang bernama Ahmad bin Abdul Karim dengan seorang
pengusaha India Abdullah bin Hasan al-Malibary yang mempunyai keahlian dalam memasak.
Pertemanan Keduanya menjadi
sahabat karib, malah sang pemuda dari Lebaksiu tersebut akhirnya berjodoh
dengan adik dari Pengusaha India tersebut. Kepiawaian Abdullah bin Hasan
al-Malibary dalam membuat adonan martabak dijadikan peluang oleh sang istri
yang kemudian mencoba menjajakan makanan tersebut di acara-acara besar seperti
sekaten ataupun pasar malam.
Berbagai percobaan rasa dilakukan
untuk menarik pembeli, seperti pengurangan rasa kari yang menyengat, daging
kambing diganti menjadi daging ayam atau daging sapi cincang. Sayuran yang
banyak juga ditambahkan karena menyesuaikan lidah masyarakat Jawa yang tidak
terlalu sering mengkonsumsi daging.
Sedangkan Martabak Manis atau yang aslinya bernama Hok Lo Pan, Hok Lo Pan (
Martabak ) adalah kue yang sangat sederhana, awalnya adalah Makanan Khas Bangka Belitung, Membuatnya
pun sepertinya mudah. Hok Lo Pan atau Martabak diciptakan oleh orang-orang
Hakka ( Khek ) Bangka.
![]() |
| Martabak Bangka |
Satu-satunya di dunia, makanan
orang suku Hakka (khek) yang memakai nama suku Hoklo. Hampir kita bisa
sasksikan martabak bangka juga tidak kalah tenar dengan martabak Lebaksiu
bahkan semua orang di kota-kota besar seperti di kota Jakarta mengenal Martabak
Bangka karena keunikannya dengan rasa yang manis dan variasi rasa
Dengan cukup hanya menunggu 12
Menit menunggu martabak pun siap di makan. Menggunakan bahan yang cukup
sederhana seperti tepung terigu, diolesi dengan mentega, ditaburi coklat butir
campur kacang tanah dan wijen, atau Keju parut campur wijen, kemudian diberikan
susu kental manis, selesai. Ringkasnya seperti itu. Kini, jenis martabak bangka
ini beragam, ada keju, pisang, strawberry, blueberry, dll.
Dengan mengetahui sejarah dan
keunikan kuliner martabak ini, mulai banyak bermunculan pengusaha – pengusaha martabak
yang mengembangkannya secara waralaba, tentunya makin menarik buat dicoba
terlebih pedangang martabak yang konvesional seperti pedagang martabak Lebaksiu
terbukti mereka masih tetap exist dengan konsep jualan sederhana.



Komentar
Posting Komentar