Asal – usul Martabak Lebakisu yang melegenda


Siapa yang tidak mengenal Martabak Lebaksiu 

jenis kuliner yang praktis menjadi panganan dan oleh – oleh ini, umumnya para pedagang martabak menjajakan martabak dengan menggunakan gerobak jarang kita temui pedagang buka di tempat permanen. 

Lebaksiu Lebaksiu
Tugu GBN Lebaksiu


Dengan ciri khas dialek khas Tegal pedagang martabak asli Lebaksiu menjadi perbedaan yang menarik dan menjadi bukti konsistensi keberadaan mereka ditengah penuh sesaknya gempuran kuliner cepat saji lainnya. Sejatinya mereka hampir kita bisa temui di setiap hamparan trotoar baik diperkotaan yang ramai. Dari berbagai sumber dapat kita ketahui pada umumnya Martabak mempunyai dua jenis yaitu  :
  1. Martabak Telur/Asin
  2. Martabak Manis/Kacang/Bangka

Untuk Sejarah Martabak Telur/Asin sendiri merupakan panganan yang diadopsi dari dari bahasa arab Murtabak atau Muttabaq ini merupakan panganan khas negara Yaman yang memiliki arti dilipat. Maksud dari penggunaan Kata ini menunjukkan bagaimana cara membuatnya yaitu dengan dilipat.
Banyak sumber yang menyebutkan bagaimana masuknya martabak ke Indonesia.

Martabak Lebaksiu
Martabak Telur Asin

Namun, cerita yang banyak di dengar adalah pada awalnya terjadi perkenalan pemuda keturunan Arab asal desa Lebaksiu, kota Tegal,  Jawa Tengah yang bernama  Ahmad bin Abdul Karim dengan seorang pengusaha India Abdullah bin Hasan al-Malibary yang mempunyai keahlian dalam memasak.

Pertemanan Keduanya menjadi sahabat karib, malah sang pemuda dari Lebaksiu tersebut akhirnya berjodoh dengan adik dari Pengusaha India tersebut. Kepiawaian Abdullah bin Hasan al-Malibary dalam membuat adonan martabak dijadikan peluang oleh sang istri yang kemudian mencoba menjajakan makanan tersebut di acara-acara besar seperti sekaten ataupun pasar malam.

Berbagai percobaan rasa dilakukan untuk menarik pembeli, seperti pengurangan rasa kari yang menyengat, daging kambing diganti menjadi daging ayam atau daging sapi cincang. Sayuran yang banyak juga ditambahkan karena menyesuaikan lidah masyarakat Jawa yang tidak terlalu sering mengkonsumsi daging.

Sedangkan Martabak Manis atau yang aslinya bernama Hok Lo Pan, Hok Lo Pan ( Martabak ) adalah kue yang sangat sederhana,  awalnya adalah Makanan Khas Bangka Belitung, Membuatnya pun sepertinya mudah. Hok Lo Pan atau Martabak diciptakan oleh orang-orang Hakka ( Khek ) Bangka. 

Martabak Bangka
Martabak Bangka

Satu-satunya di dunia, makanan orang suku Hakka (khek) yang memakai nama suku Hoklo. Hampir kita bisa sasksikan martabak bangka juga tidak kalah tenar dengan martabak Lebaksiu bahkan semua orang di kota-kota besar seperti di kota Jakarta mengenal Martabak Bangka karena keunikannya dengan rasa yang manis dan variasi rasa

Dengan cukup hanya menunggu 12 Menit menunggu martabak pun siap di makan. Menggunakan bahan yang cukup sederhana seperti tepung terigu, diolesi dengan mentega, ditaburi coklat butir campur kacang tanah dan wijen, atau Keju parut campur wijen, kemudian diberikan susu kental manis, selesai. Ringkasnya seperti itu. Kini, jenis martabak bangka ini beragam, ada keju, pisang, strawberry, blueberry, dll.

Dengan mengetahui sejarah dan keunikan kuliner martabak ini, mulai banyak bermunculan pengusaha – pengusaha martabak yang mengembangkannya secara waralaba, tentunya makin menarik buat dicoba terlebih pedangang martabak yang konvesional seperti pedagang martabak Lebaksiu terbukti mereka masih tetap exist dengan konsep jualan sederhana.


Komentar